يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Senantiasa bertasbih (memuji) kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi;
hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian;
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Aby Albrave Bilhaq
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan Ijin Allah,
dan Barang siapa beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk
kepada hatinya dan allah maha mengetahui segala sesuatu
QS At Taghabun (64) 11
Suatu waktu langit kota madinah yang cerah tiba tiba berubah menjadi gelap,angin bertiup kencang, penduduk bertanya tanya ada apa gerangan yang terjadi. sekonyong konyong bumi bergetar, beberapa pohon bertumbangan Khalifah Umar Bin Khatab, yang melihat kejadian itu dengan cepat keluar dari kediamannya.demikian juga beberapa sahabat lain.
Sesampainya dijalan ia menancapkan tongkat dan berkata dengan suara lantang " wahai bumi,engkau saksikanlah, apakah aku pemimpin yang tidak adil?" Ajaib tiba tiba alam berubah cerah dan gempa bumi tersebut tidak lagi berlanjut...
Tentu kita tidak menyaksikan keshalihan dan ketaqwaan khalifah Umar. dia menegur bumi yang akan mencederai rakyatnya,dan Allah SWT mengabulkan keinginan khalifah umar sehingga bencana gempa bumi tidak berlanjut. Doa seorang yang sangat dikasihi dan dicintai Allah tentu berbeda dengan doa kita sebagai manusia awam.
Apapun kejadian yang menimpa alam semesta, termasuk manusia, sebagai ciptaan Allah SWT, tentu tidak terlepas dari izin Allah SWT. berbagai teori ilmu pengetahuan hanya mampu menganalisis secara tehnis bencana yang bakal terjadi. tapi tidak bisa memastikan kapan terjadinya, itulah yang kita saksikan bencana yang terjadi di dunia ini, mulai dari gempa bumi,tsunami,angin topan, meletusnya gunung berapi,banjir bandang, hingga yang lainnya.
Mimpi buruk itu datang lagi....... seolah2 kekuasaan, harta tak berarti di hadapan "NYA" ..... haruskah kita tetap dan masih berjalan dengan angkuh dan sombong di atas permukaan bumi ini... yg semata2 adalah milik dan kekuasaan"NYA" subhannallah... bukalah pintu taubatmu.. jauhkanlah kami dari segala bencana.
Ternyata Jepang Negara modern berteknologi tinggi, tunduk tersungkur di hadapn Kuasa Tuhan,
Gempa yg tak mampu di deteksi, kemudian di susul Tsunami, sekarang di teror
Radiasi Radio Aktif oleh ledakan Hydrogen, bila Allah mengizinkan benar benar terjadi ledakan nuklir
maka Jepang akan hancur & lumpuh total, begitulah bila Tuhan berkehendak,
Yaa Rabb Hamba tiada kuasa apa apa, Hancur KataMU hancurlah Aku,
Mulia kehendakMU maka mulialah aku
Ilmu pengetahuan telah memberikan sinyal bahwa suatu daerah merupakan daerah yang potensia bencana. misalnya patahan beberapa lempeng yang nantinya akan menjadi rawan gempa,seperti yang terjadi di Aceh dan baru baru ini dijepang..yang diikuti bencana tsunami, daerah rawan meletusnya gunung berapi. Tugas manusia adalah Waspada dan menjauhi daerah tersebut agar korban bisa diminimalisir kalau bisa sampai pada tingkat nol.
Sunatullah di dunia fana ini tentu tidak bisa menihilkan bencana dan musibah, karena memang begitulah aturan yang di tentukan Allah SWT, tapi dibalik itu tentu tugas manusia untuk berusaha semaksimal mungkin menghindar. setelah itu manusia juga bisa belajar dari apa yang terjadi, mengambil ibrah,menggali hikmah. karena dibalik musibah, Insyaallah banyak hikmah yang bisa didapat...Hikmah apa yang bisa di petik atas semua kejadian yang baru baru ini kita dengar dan saksikan melalui media elektronik ...?"
Peringatan Allah SWT
Hal pertama yang harus kita yakini sebagai orang beriman,setiap kejadian apapun tidak terlepas dari izin Allah SWT. kalau kita berkaca pada kisah kisah terdahulu nabi dan Rasul masih hidup ditengah tengah umatnya....banyak bisa kita lacak dari riwayat bencana yang menimpa umat Nabi Nuh AS, lalu kejadian menimpa Umat Nabi Luth AS,umat Nabi Musa AS,intinya bencana di timpakan oleh Allah SWT karena pembangkangan yang dilakukan ketika diajak beriman dan mengikuti jalan lurus yang di bawa oleh setiap rasul pada setiap umatnya.
Kisah Nabi Nuh AS sebagai contoh
Nabi Nuh AS berdakwah siang dan malam, namun kaumnya tak juga mau menerima kehadirannya sebagai pesuruh Allah SWT. Hingga akhirnya, ia memohon kepada Allah agar kaumnya yang suka membangkang itu diberikan pelajaran agar mereka mau menyembah Allah. Doanya pun dikabulkan oleh Allah SWT. Ia diperintahkan untuk membuat sebuah kapal sebagai persiapan bila siksa Allah telah datang berupa banjir. Di dalam kapal tersebut, nantinya diikutsertakan pula semua spesies binatang secara berpasang-pasangan.
Setelah semuanya telah siap, pengikut Nabi Nuh dan hewan-hewan telah naik ke kapal, tak lama kemudian turunlah hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir besar. Selain mereka yang berada di atas kapal, tak ada yang selamat dari banjir tersebut. Dan, ketika banjir telah reda, kapal Nabi Nuh kemudian terdampar (berlabuh) di sebuah bukit yang tinggi (al-Judy). Peristiwa ini secara lengkap terdapat dalam Alquran Surah Nuh ayat 1-28 dan Hud (11) ayat 25-33, 40-48, dan 89. Cerita serupa juga terdapat dalam berbagai surah lainnya dalam Alquran.
Setelah semuanya telah siap, pengikut Nabi Nuh dan hewan-hewan telah naik ke kapal, tak lama kemudian turunlah hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir besar. Selain mereka yang berada di atas kapal, tak ada yang selamat dari banjir tersebut. Dan, ketika banjir telah reda, kapal Nabi Nuh kemudian terdampar (berlabuh) di sebuah bukit yang tinggi (al-Judy). Peristiwa ini secara lengkap terdapat dalam Alquran Surah Nuh ayat 1-28 dan Hud (11) ayat 25-33, 40-48, dan 89. Cerita serupa juga terdapat dalam berbagai surah lainnya dalam Alquran.
Banyak kisah bencana dalam Alquran yang menimpa umat manusia terdahulu menjadi ibrah bagi umat manusia sekarang. bencana yang datang, selain sebagai peringatan juga bisa dipetik hikmahnya.
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur’an)
yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, 64:8)
"Wabillahi Taufiq Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."
Shukran. .



