·٠•♥♥ hmm....Bintang nan Indah pun meninggi hari............
penuh damai Rasa di hati, dengan senyum ku meraih mimpi
Terkadang JIWA laksana ilalang di tengah padang, begitu juga daku sangat limbung takkala tongkat pegangan kupatah luluh tak berbentuk. Hendak kemana langkah kan ku bawa, kamano HATI akan kutaut, bagaikan kapas tertiup angin kadang melayang ..jauh tinggi ke angkasa kadang kandas trhempas begulir penuh debu.
JIWA ku kini layu kering kerontang seakan terbakar, meninggalkan arang yang hitam, terhina.. ku rasakan makin mnjadi.,, JIWA ini mati gairahpun layu. Tambatan hatiku entah dimana, tempat bersandar dikala gundah. selalu tertancap kuat didalam diri, tak akan ku mati sebelum ajal. Kan kucari pengganti DIRI yang hilang, dan ku sapu CERMIN yang buram.
Membawa JIWA dan Raga ku mengembara, berharap Jumpa Hamparan HIJAU, Terseok Langkah tanpa menghiraukan Luka berdarah, Menembus dalam Gelap mengharap muncul setitik CAHAYA, pasrah diriku duduk di sudut di kesunyian jauh dari ramai dan riang, Bathinku berbisik dalam JIWA Hampa. Sinar BINTANG menyiram benih, dalam lara terkubur,,terbakar DUSTA.
Lembut ku tatap gemulainya tarian BINTANG menembus INDAH kerelung JIWA, hmmm..dalam bisikan lembut CAHAYA bintang membawa TERANG. Terjagaku.. nyatanya HIDUP BELUM BERAKHIR, dikau hadir di ujung SENJA.
BINTANG nan terang pembimbing Arah biduk berlayar, HAMBA tak mau diam lagi, ku ingin bangkit berdiri, berlari mendekap erat kekasih HATI. diriku penuh Gairah CINTA, CINTA yang membuat RINDU, meRINDU jiwa bagai ISTANA. Dalam pasrah diri sebab JIWA sudah terbuka, yang bertahta meminta diriku selalu merindu.
Begitu INDAH menjalin kasih saat bersama tiada jarak, aku tak paham dimana diri, mana kekasih, kita ber2 sebenarnya 1, 1 pun tuk ber 2, Engkau kekasih diriku HAMBA. Jauhlah sangat biduk berlayar memecah ombak bermandikan BAYU, suatu masa kamipun terbang mengelilingi BINTANG membelah MIMPI, terdampar daku di taman SURGA ternyata kekasih mendekap erat.
Kulihat biduk kulihat telaga, Lautpun teriak membelai JIWA..terpaku , terpana dalam kagum kilau CAHAYA gemerlap sinar, biduk berlayar berkilauan CAHAYA lampu selaksa RINDU. layaknya kekasih dan HAMBA, daku ini pelayan RATU nan agung, sebuah CINTA telah ku hidang melayani RATU di hati, bukti bhakti diri menCINTA. Yakinku engkau tahu ikhlas diri menjadi HAMBA, ucap syukurku memujiMU kasih.Getaran CINTA bertalu menghujam menusuk dalam jantung HATIMU, tak mungkin KAU tak merasa sebab CINTA begitu kuat, berharap HAMBA.. CINTA ku tabur menumbuh KASIH.
Layaknya seorang PECINTA mengharap kekasih HATI cantik rupawan. Ku hias diri kekasih dalam pakaian CINTA bersulam pujian, tak mungkin hamba berpaling dari wajahMU cantik sifatmu agung,makin ku hias makin menawan, Ampun dan maaf HAMBA haturkan bila kuas lukisku tak sempurna lagi, karena badai habis menerpa, merenggut semua tanpa sisa, salam harapku bisa menghias wajah CANTIK INDAH sempurna namun tangan tak samapai dan kuas terbatas, mengharap HAMBA esok menjelang.
Betul BUMI itu tidak datar,dan padang luas membentang penuh lembah berkelok INDAH, gunung pun tinggi menjulang, selalu siang diusir malam, begitulah langkah menitih tangga trkadang naik terkadang jatuh, awan kelabuh menutup BINTANG, ARAH menjadi bimbang. Pasang selalu berganti surut begitulah CINTA kadang menghampa….ohh KASIH jangan ragu tatap JIWAku, pasti terlihat Engkau bertahta didalam sana. Ku harap engaku bersinar, mengusir mendung tabir CAHAY, disini ku menekur stiap langkah saat lalu bintang menari, SINAR bintang menerang jiwa berharap biduk sampai dermaga, kutepis ragu direlung jiwa ENGKAU kekasih belahan JIWA, CINTA & RINDUKU tiada berbatas DIKAU RATU dalam JIWAku (ABY, dalam perjalanan pencarian diri MARET 2010, PANTAI TANJUNG BATU, CIPARAGE - KARAWANG)
mana neh rate nya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar